Bayangkan jika Timnas Indonesia mendapatkan Mongolia, Bhutan, atau Guam sebagai lawan. Timnas Indonesia harus jauh-jauh away ke sana.
Untuk Pakistan, Bangladesh atau Maladewa rasanya tidak terlalu sulit karena letaknya di Asia Selatan dan Timnas Indonesia pernah punya pengalaman main di sana.
Kecuali mungkin Bangladesh. Agak sulit sekarang mendapatkan visa masuk ke negara tersebut. Tapi jika untuk urusan laga resmi internasional, rasanya tidak menjadi masalah.
Pun dengan Macau atau China Taipei. Berkunjung kesana adalah soal gampang. Dan Timnas Indonesia sendiri sudah beberapa kali jumpa dengan mereka.
Pilihan masuk akal adalah berharap Timnas Indonesia bisa berhadapan dengan sesama wakil AFF seperti Brunei, Laos, atau Timor Leste.
Belum ada konfirmasi resmi apakah sesama negara AFF boleh saling bertemu di Babak Pertama ini.
Jika boleh, tentunya bertemu dengan sesama negara AFF akan lebih mudah.
Untuk bisa berlaga di Piala Dunia 2026 sendiri, jalan yang harus dilalui sangat panjang.
Ada lima tahapan bagi Zona Asia. Babak Pertama, Kedua, Ketiga, Keempat, serta Kelima. Dan akan ada laga playoff antar konfederasi untuk memperebutkan sisa jatah tiket.
Zona Asia sendiri akan kebagian jatah 8 tiket yang akan diperebutkan oleh 46 negara. Artinya setiap negara punya peluang sebanyak 5.75 untuk bisa memperebutkan satu tiket.
Katakanlah negara-negara langganan dari Asia untuk Piala Dunia sudah memegang jatah tiket: Jepang, Korea Selatan, Arab Saudi, Iran, dan Australia. Berarti masih ada sisa jatah 3 tiket lagi yang akan perebutkan oleh 41 negara.
Dan Timnas Indonesia harus bersaing dengan negara-negara seperti Qatar, Uzbekistan, Tiongkok, hingga Thailand, Malaysia, dan Vietnam.
Bisa? Semoga Shin Tae-yong seperti Tom Cruise dalam film mission impossible, beri saja doa dan dukungan.






