Timnas Indonesia

“Misi Mustahil” Shin Tae-yong Ke Piala Dunia 2026

4800
×

“Misi Mustahil” Shin Tae-yong Ke Piala Dunia 2026

Sebarkan artikel ini
Shin Tae-yong Piala Dunia 2026

Pelatih Shin Tae-yong menghadapi “misi mustahil” untuk membawa menuju 2026 melalui kualifikasi

Salah satu janji Shin Tae-yong adalah membawa Timnas Indonesia melaju ke babak utama Piala Dunia 2026, atau arti singkatnya, lolos ke Piala Dunia 2026.

Ini bukan janji dari PSSI melainkan dari mulut pelatih asal Korea Selatan setelah Timnas Indonesia U-20 yang telah dipersiapkannya dengan matang dan sepenuh hati gagal berlaga di ajang Piala Dunia U-20 2023 setelah status Indonesia sebagai tuan rumah resmi dicabut oleh FIFA.

“Saya akan mempersiapkan tim senior (timnas indonesia) agar bisa masuk di Piala dunia, ada 8 tiket (diperebutkan 46 negara) untuk wakil Asia” ungkap Shin Tae-yong dikutip dari Bolasport.

Dan untuk bisa mewujudkan janji tersebut, Shin Tae-yong harus bisa melewati ujian pertama: Babak Pertama Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia. 

Babak Pertama Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia sendiri dijadwalkan akan berlangsung pada 12 hingga 17 Oktober 2023 mendatang.

Timnas Indonesia sendiri berada dalam POT Seeded bersama China Taipei, Maladewa, Yaman, Afghanistan, Singapura, Myanmar, Nepal, dan Kamboja.

Nantinya negara dalam POT Seeded tersebut akan melawan negara yang berada di POT Unseeded yang terdiri dari Mongolia, Macau, Bhutan, Laos, Bangladesh, Brunei Darussalam, Pakistan, Timor Leste, dan Guam.

Pengundian Babak Pertama Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia sendiri akan berlangsung pada 27 Juli 2023 mendatang.

Jika melihat calon lawan Timnas Indonesia di POT Unseeded, kualitas Timnas Indonesia berada jauh di atas. 

Maka sungguh kelewatan jika Timnas Indonesia gagal melaju ke Babak Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia yang akan memakai format grup.

Tapi jelas, walaupun terlihat mudah melihat calon lawan pada Babak Pertama Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia nanti, ada sebuah tantangan tersendiri.

Yang menjadi tantangan adalah, laga akan digelar sebanyak dua kali alias home away. Di sinilah letak tantangannya.