Dalam laga tersebut, Semen Padang berhasil menjadi juara setelah di final mengalahkan Arema Malang 1-0.
Kekalahan Arema membuat Arek Malang (sebutan awal Aremania) tak puas. Sebagai bentuk pelampiasan, kelompok suporter itu berulah merusak fasilitas di Stasiun Gubeng.
Bonek geram bukan main. Mereka melakukan aksi balasan dengan mencegat dan menyerang rombongan Aremania saat melewat ke Gresik pada akhir 1993. Permusuhan itu berlanjut ketika Persebaya dan Arema Malang berjumpa di Stadion Tambaksari pada 1996.
Pertemuan itu membuat stadion bak medan laga, dibanding medium bermain bola.Pemusuhan keduanya pun terus langgeng hingga hari ini.