Sebenarnya sudah beberapa kali pada dua musim terakhir, Diego Michiels dipasang sebagai bek tengah. Jauh sebelum Pieter Huistra datang.
Mungkin role dan instruksi yang diberikan oleh Pieter Huistra jauh lebih jitu saat memasang Diego Michiels sebagai bek tengah.
Dan satunya lagi adalah Jihad Ayoub yang membela PSS Sleman. Pemain berusia 28 tahun yang mengoleksi empat caps bersama Timnas Lebanon ini aslinya merupakan seorang gelandang bertahan.
Pada musim lalu, Jihad Ayoub tampil sebanyak 23 kali bagi PSS Sleman dan berkontribusi lewat satu gol dan tiga assist.
Jihad Ayoub tadinya dikabarkan tidak akan mendapatkan perpanjangan kontrak dari manajemen PSS Sleman. Namun pada akhirnya, pemain yang lahir di Venezuela ini dipastikan akan tetap berseragam Super Elang Jawa setidaknya hingga akhir musim 2023-2024.
Ternyata pelatih baru PSS Sleman, Marian Mihail, punya tugas baru bagi Jihad Ayoub. Jika biasanya dirinya beroperasi di ruang mesin alias lini tengah, kini posisinya ditarik ke belakang atau menjadi bek tengah.
Dan tugas baru ini berhasil diemban dengan sangat baik. Dua laga yang berakhir dengan hasil satu kemenangan dan satu imbang adalah berkat kerja keras tim, tidak terkecuali Jihad Ayoub.
Bahkan di posisi barunya ini, Jihad Ayoub sudah mampu mencatatkan dua assist.
Dengan ditariknya Jihad Ayoub ke belakang, lini tengah PSS Sleman yang diisi oleh Wahyudi Hamisi, Kim Kurniawan, dan Jonathan Bustos jadi jauh lebih seimbang.
Jihad Ayoub sendiri pada musim sebelumnya pernah dipasang sebagai bek tengah sebanyak dua kali. Hasilnya tidak begitu mengecewakan juga. Sekali menang dan sekali kalah.
Namun masih ada yang perlu diperbaiki lagi oleh Jihad Ayoub. Sudah dua kartu kuning dikoleksi olehnya.
Liga 1 musim 2023-2024 baru menjalankan dua laga. Mampukah Diego Michiels dan Jihad Ayoub berperan lebih di posisi barunya ini hingga akhir musim? Selalu menarik untuk disimak.
