Dan jarak tahunnya bahkan lumayan jauh.
Amerika Serikat menjadi negara pertama di luar UEFA dan Conmebol yang berhasil melaju hingga babak semi-final Piala Dunia.
Peristiwa tersebut terjadi pada Piala Dunia 1930 atau Piala Dunia edisi perdana yang diselenggarakan di Uruguay.
Meski dikiritk karena beberapa pemain lahir di Inggris dan Skotlandia, tapi kiprah Amerika Serikat pada waktu itu patut diapresiasi. Mereka kalah dengan skor 1-6 oleh Argentina pada babak semi-final.
Butuh waktu hingga 72 tahun bagi negara yang bukan merupakan anggota UEFA atau Conmebol yang mampu melaju hingga babak semi-final.
Pada Piala Dunia 2002, secara mengejutkan wakil AFC Korea Selatan yang dilatih oleh Guus Hiddink mampu melaju hingga ke babak empat besar.
Meski berstatus tuan rumah dan diwarnai kontroversi serta isu adanya kecurangan, daya tempur dan semangat juang Ahn Jung-hwan dan kawan kawan patut diacungi jempol.
Dan butuh dua dekade atau 20 tahun lamanya untuk ada lagi negara selain anggota UEFA dan Conmebol yang bisa masuk babak semi-final Piala Dunia.
Kali ini wakil dari CAF atau Afrika, Maroko, yang berhasil memukau penonton di seluruh dunia pada Piala Dunia 2022 di Qatar.
Melihat kerasnya fakta dan betapa jomplangnya kualitas UEFA dan Conmebol dengan konfederasi lain, langkah negara kelas sarden seperti Indonesia di Piala Dunia rasanya berat sekali. Bahkan sejak Babak Kualifikasi.
Apa perlu Piala Dunia ganti nama?






