Timnas Indonesia

Kritik Terhadap Marselino Ferdinan Terlalu Berlebihan, Bisa Hancurkan Karir Dia!

348
×

Kritik Terhadap Marselino Ferdinan Terlalu Berlebihan, Bisa Hancurkan Karir Dia!

Sebarkan artikel ini
Kritik Marselino Ferdinan
instagram/marselinoferdinan

TIMNAS.CO – Salah satu penghambat Negara Kesatuan Republik Indonesia ini sulit maju adalah pembelengguan karakter oleh norma dan adat yang sebenarnya terdapat nilai-nilai yang luhur dari pendahulu.

Sayangnya, nilai luhur tersebut makin lama makin bergeser dan malah semakin membelenggu terutama digeser sendiri oleh para pihak yang takut kedudukannya terganggu. 

Sopan santun dan ramah tamah selalu digalakkan oleh mereka. Padahal mereka sendiri suka saling sikut, sama sekali tidak sopan, tidak ramah, bahkan tangannya penuh lumuran darah. 

Inilah yang kemudian membuat karakter orang Indonesia menjadi lemah. Mereka yang tidak punya kuasa, harus tunduk. Tanpa bebas berekspresi.

Tak terkecuali pesepakbola. Para pesepakbola sendiri terbelenggu dengan norma-norma yang ada. Mereka sulit mengekspresikan dirinya. Mereka harus patuh total. 

Akibatnya, mental jadi tidak terbentuk. Salah-salah, rasa emosi yang selama ini mereka pendam karena tidak bisa mengekspresikan dirinya kemudian meledak di lapangan dalam bentuk tindakan indisipliner.

Untungnya, Timnas Indonesia sekarang punya satu pemain yang menolak tunduk terhadap aturan tersebut. Dia adalah .

Tidak akan habis jika membahas soal kemampuan gelandang serang kelahiran 9 September 2004 ini. Tapi jika boleh jujur, sebenarnya Indonesia masih punya banyak bakat seperti Marselino. Sayangnya mereka tidak punya mental seperti Marselino.

Masih ingat kemarin saat dirinya dihujat habis-habisan karena selebrasi yang mengejek pemain Thailand. Padahal itu hanya selebrasi. Sebatas anak muda yang tengah bersenang-senang.

Dan jika tidak ada netizen yang menyandingkan video Marselino tengah berjoget dengan video selebrasi Yotsakorn Burapha, mungkin publik juga tidak akan tahu.

Bahkan dalam laga yang penuh tensi dan persaingan, pemain juga dituntut untuk sopan santun ramah tamah. Ini jelas keliru. Jika sudah menunjukkan sikap tidak sportif, itu baru masalah.

Shin Tae-yong sendiri mengeluhkan dengan mental pemain Timnas Indonesia yang menurutnya terlalu lemah lembut.