Sepakan

Tidak Ada Yang Salah Dari Pernyataan Hokky Caraka Soal Masalah Pendidikan

218
×

Tidak Ada Yang Salah Dari Pernyataan Hokky Caraka Soal Masalah Pendidikan

Sebarkan artikel ini
Unggahan Hokky Caraka
instagram/hokkycaraka_

Berharap pada tanggal 1 April kemarin, batalnya Piala Dunia U-20 cuma bahan lelucon jahat saja. Tapi nyata batalnya Piala Dunia kelompok umur tersebut bukan lelucon terlepas memang pengumuman soal pembatalan bukan pada tanggal 1 April.

Dan Indonesia harus menghadapi kenyataan ketika FIFA memilih Argentina sebagai tuan rumah pengganti. Bayangkan, digantikan oleh negara yang sedang mengalami hiperinflasi 200%. Sungguh dunia sedang menertawakan Indonesia.

Belum lagi drama-drama yang terjadi pasca pembatalan event tersebut. Mulai dari pejabat-pejabat yang cuci tangan, karangan bunga abal-abal yang tiba-tiba muncul berisikan pesan kata-kata semangat bagi seseorang, hingga aksi satu juta pita tanda duka yang ternyata hanya dihadiri segelintir orang saja.

Ternyata benar juga isi instagram story dari akun personal Stefano Lilipaly:

“Semakin lucu”

Media sosial wa bil khusus instagram kerap dipilih beberapa pemain Timnas untuk mengeluarkan unek-uneknya.

Seperti pada 2020 lalu saat Hansamu Yama mengunggah nasi bungkus yang kemudian menimbulkan kegaduhan.

Kali ini karena dari media sosial juga, kembali muncul kegaduhan. Dan yang membuat gaduh kali ini adalah penyerang Timnas U-20, .

Hokky Caraka menumpahkan segala kekesalannya di akun instagram miliknya. Tidak ada yang salah. Namun mengingat jempol netizen Indonesia yang jahatnya melebihi Elsa di sinetron Ikatan Cinta, rasanya perlu dipikirkan lagi.

Apalagi Hokky Caraka juga turut menyinggung gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. Penyerang milik PSS Sleman ini akhirnya meminta maaf atas perbuatannya.

Gara-gara unggahan di akun instagram juga, Hokky Caraka akhirnya diundang untuk tampil dalam sebuah program di stasiun televisi swasta nasional. Dalam acara langsung berbalut label eksklusif tersebut, lagi-lagi Hokky Caraka melakukan kesalahan. Dan karena dia adalah pesepakbola, mungkin lebih cocok disebut dengan blunder.

Hokky bercerita, dia terpaksa meninggalkan sekolah untuk mengejar mimpinya demi menjadi pesepakbola. Dan dengan dibatalkannya Piala Dunia, Hokky takut jika Indonesia kembali dihukum FIFA dan dia kehilangan segalanya.