Sepakan

Media Baik, Timnas Baik 

417
Media Baik Timnas Baik

Bayangkan bagaimana buasnya mereka saat sebuah media menyajikan fakta tentang buruknya performa pemain. Mereka tidak mau mendengar. 

Sebenarnya bukan salah mereka juga. Ada pihak-pihak yang dengan sengaja memotong kutipan berita dari sebuah media tanpa disajikan utuh, kemudian digoreng sedemikian rupa, dan dipakai hanya untuk memenuhi syahwatnya semata.

Pihak-pihak tersebut dengan cerdik dan licik memanfaatkan keengganan suporter dalam membaca berita secara utuh. 

Semakin sulit bagi media dan jurnalis untuk menyajikan fakta yang terkadang memang pahit. Lagipula, bagaimana bisa mengapresiasi jika memang hasilnya tidak memuaskan? 

Jangankan media, Budi Sudarsono yang mengkritik para yang sering kali salah passing dan antisipasi saat laga melawan Argentina 19 Juni kemarin juga tidak lepas dari hujatan.

Bayangkan seorang Budi Sudarsono, mantan pesepakbola yang kenyang pengalaman malah balik dihujat. Padahal kritikan Budi Sudarsono tersebut juga diucapkan sendiri oleh pelatih , Shin Tae-yong. 

Padahal setiap orang, baik media atau narasumber punya sudut pandang yang bermacam-macam. Mengkritik bukan berarti menghina. Lagipula jika dengan memuji terus, lantas Timnas Indonesia sekonyong-konyong lolos Piala Dunia?

Memang sulit berhadapan dengan penduduk yang rata-rata IQ-nya hanya 78. 

Exit mobile version