Sepakan

Benarkah Penyerang Asing Menjadi Biang Keladi Tumpulnya Lini Depan Timnas?

66
Wildan Ramadhan dan Penyerang Asing
Dok Persita Tangerang

TIMNAS.CO – Gol Wildan Ramdhani pada menit ke-74 berhasil menghindarkan Persita Tangerang dari kekalahan pada pertandingan tandang ke markas Madura United.

Laga yang berlangsung di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan, Pamekasan tersebut berakhir dengan skor sama kuat 1-1.

Wildan Ramdhani berhasil menambah rekening gol-nya menjadi 7 gol, menyamai raihan penyerang Arema FC, Dedik Setiawan.

Pada Liga 1 2022-2023 ini, penyerang berusia 24 tahun tersebut bersaing dengan penyerang PSM Makassar, Ramadhan Sananta yang sejauh ini sudah menyarangkan bola ke gawang lawan sebanyak 8 kali. Di bawah mereka masih ada nama Yakob Sayuri, Dimas Drajad, Dendy Sulistyawan, serta Septian Bagaskara.

masih mendominasi deretan pencetak gol pada musim. Ini. Yang terbanyak masih dipegang oleh penyerang Persib asal Brasil, David da Silva dengan 17 gol. Menyusul Matheus Pato bersama Borneo FC dengan 13 gol, dan penyerang andalan Bali United yang juga pemain naturalisasi, Ilija Spasojevic. Sejauh ini Spaso sudah mengemas 12 gol.

Sejak peleburan Perserikatan dan Galatama pada tahun 1994 sekaligus menandai era baru kompetisi liga di Indonesia, pencetak gol terbanyak selalu didominasi oleh pemain asing.

Terakhir kali pemain Indonesia menjadi top skor Liga Indonesia terjadi pada musim 2013. Adalah Boaz Solossa bersama Persipura yang pada musim tersebut berhasil mencetak 25 gol.

Bagi Boaz, ini adalah kali ketiga dia menjadi raja gol Liga Indonesia, sekaligus yang terakhir bagi Boaz dan sejak saat itu belum pernah ada lagi pemain Indonesia yang menjadi top skor.

Banyak yang berpendapat, dominasi penyerang asing di Liga Indonesia adalah penyebab lini depan Timnas Indonesia menjadi tumpul. Bagi kami, pendapat tersebut keliru.

Memang, belakangan ini ketajaman lini Serang Timnas cukup memprihatinkan dimana gol justru banyak terjadi dari lini kedua, tapi menurut kami ada beberapa faktor yang mempengaruhi.

Pertandingan Timnas tidak sebanyak dan tidak sesering pertandingan klub di liga. Saat membela klub, pemain sedang mengalami performa dan kebugaran maksimal. Dan saat Timnas memanggil, ada perubahan menu latihan. Sehingga pemain kembali ke setelan pabrik.

Perbedaan taktik yang diterapkan juga berpengaruh. Pemain harus kembali lagi beradaptasi.

Timnas sendiri dibentuk dari pemain-pemain yang membela klub yang berbeda. Bagi penyerang, ini juga merupakan suatu tantangan tersendiri.

Biasanya di klub, penyerang dimanjakan dengan umpan dari pemain yang sudah paham betul cara bermainnya. Tapi ketika di Timnas sudah beda lagi.

Dan karena latihan dan pertandingan Timnas jauh lebih sedikit dari latihan pertandingan klub, pemain agak kesulitan untuk saling memahami karakteristik masing-masing karena hanya sebentar mereka bermain bersama.

Dan yang tak kalah penting adalah faktor tekanan. Mengenakan seragam Timnas jauh lebih besar tekanannya. Jika di klub tampil jelek, paling yang menghujat hanya suporter klub. Tapi jika main jelek di Timnas, bersiaplah untuk dihujat satu negara.

Jangan lupa juga, banyak penyerang top kelas dunia yang tampil moncer saat membela klub namun melempem saat membela negaranya.

Banyaknya penyerang asing di Liga Indonesia saat ini bagi kami malah bisa menambah semangat pemain lokal untuk menjadi lebih baik lagi. Seperti mempelajari bagaimana gerakan, posisi, kontrol bola, serta cara finishing.

Atau bagaimana beradaptasi dengan pemain lain di Timnas, bisa dilakukan dengan menonton video pertandingannya sehingga hafal dengan pergerakan, cara mengumpan, dan lain sebagainya.

Semua tergantung dari kemauan.

Exit mobile version