News

Gaji Fantastis Pemain Liga 1: Kisah Ironis Abdul Kadir dan Penghasilan Pemain Saat Ini

624
×

Gaji Fantastis Pemain Liga 1: Kisah Ironis Abdul Kadir dan Penghasilan Pemain Saat Ini

Sebarkan artikel ini
Gaji Pemain Liga 1

TIMNAS.CO – Abdul Kadir adalah salah satu . Bahkan, jauh sebelum Andik Vermansyah mendapat julukan “Kancil” karena kecepatannya, Abdul Kadir sudah mendapatkannya lebih dulu.

Bahkan Abdul Kadir adalah pencetak gol terbanyak Timnas Indonesia hingga saat ini dengan 70 gol. Sayangnya ketenarannya berbanding terbalik dengan kehidupannya.

Pemain yang berposisi sayap ini hidup dalam kemelaratan. Bahkan saat meninggal pun, Abdul Kadir dalam kondisi yang memprihatinkan.

Kondisi pemain dulu tentu masih belum sejahtera seperti sekarang. Bahkan Abdul Kadir sempat tersandung kasus suap pengaturan skor karena faktor tuntutan ekonomi.

Tapi andaikan Abdul Kadir hidup di era sekarang, mungkin dirinya bisa lebih sejahtera. Ya paling apes sebulan Abdul Kadir bisa membawa pulang uang sebesar 4-5 juta Rupiah.

Gaji pemain di terbilang lumayan. Kiranya rata-rata pemain bisa mendapatkan penghasilan sebulan sebesar 7-15 juta Rupiah. Itu untuk ukuran pemain yang biasa-biasa saja. Untuk pemain bintang apalagi bisa lebih besar lagi.

Pemain asing bisa mendapatkan penghasilan sebesar 200-500 juta Rupiah sebulan. Uang sebesar itu tentu sudah lebih dari sekedar cukup.

Maka tidak heran jika Taisei Marukawa pernah berujar jika gajinya di PSIS Semarang setara dengan gaji pemain top di J-League. Padahal untuk ukuran kualitas, Marukawa masih tergolong kelas dua.

Mantan gelandang Bali United asal Belanda, Nick van der Velden bahkan dalam satu wawancara pernah berujar, penghasilannya paling tinggi yang dia didapatkan sebagai pemain sepak bola justru saat dirinya memperkuat Bali United. Bukan AZ Alkmaar.

Asnawi Mangkualam, yang saat ini bermain di kasta kedua Liga Korea bersama klub Jeonnam Dragons juga berujar, pendapatannya saat ini di Korea jauh lebih kecil jika dibandingkan saat dirinya masih bermain di Indonesia.

Sebagai perbandingan, saat ini Asnawi mendapatkan gaji per tahun sebanyak 800 juta Rupiah. Dia mengaku jika saat di Indonesia, dia bisa mendapatkan sekitar 3 kali lipat dari gaji yang diterimanya di Korea. Ini berarti Asnawi bisa mendapatkan 2 miliar lebih dalam satu tahun.