Selain Fano, ada Marc Klok. Siapa yang menyangka jika gelandang Persib Bandung ini adalah hasil didikan Akademi FC Utrecht. Pemain kelahiran Amsterdam ini juga memperkuat FC Utrecht U-19 Dan U-21 pada 2012-2013 sebelum dilepas ke klub Skotlandia, Ross County.
Jika Fano dan Klok sudah mendapatkan caps bersama Timnas Indonesia, Maka dua didikan Akademi FC Utrecht berikutnya masih belum mendapatkan caps bersama Timnas Indonesia. Mereka adalah Shayne Pattynama dan Ivar Jenner.
Shayne Pattynama yang berposisi sebagai bek kiri ini pernah menimba ilmu di Akademi Ajax Amsterdam pada 2007-2008 sebelum pindah ke Akademi FC Utrecht pada 2010-2011 dan sempat memperkuat FC Utrecht U-19 pada 2015-2016 dan FC Utrecht U-21 pada 2017-2018.
Sementara Ivar Jenner adalah “Putra Daerah” Utrecht. Selain lahir di sana, pemain berusia 19 tahun ini memang didikan Akademi FC Utrecht dan pada musim 2022-2023 memperkuat FC Utrecht U-22.
Jika mau ditambah, ada lagi satu mantan pemain Timnas Indonesia yang merupakan didikan Akademi FC Utrecht: Irfan Bachdim. Pemain Persis Solo ini sempat memperkuat FC Utrecht U-21 pada musim 2007-2008 hingga dilepas ke Haarlem pada musim 2009-2010.
Bagus Kahfi bahkan pernah dikontrak oleh FC Utrecht pada 2020-2021. Sayangnya karirnya tidak berkembang dan dilepas ke klub Yunani, Asteras Tripoli pada 2022-2023 dan kini pulang kampung ke Barito Putera.
