News

Begini Pernyataan Resmi Presiden FIFA Soal Tragedi Kanjuruhan

93
×

Begini Pernyataan Resmi Presiden FIFA Soal Tragedi Kanjuruhan

Sebarkan artikel ini
Pernyataan Resmi Presiden FIFA

TIMNAS.CO – Akhirnya pun buka suara soal tragedi Kanjuruhan, Presiden FIFA, Gianni Infantino menyampaikan turut berduka cita untuk seluruh korban dalam kerusuhan yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Malang.

Presiden FIFA tersebut menyatakan bahwa tragedi tersebut merupakan sebuah hari yang gelap bagi sepakbola dan merupakan tragedi diluar nalar.

Gianni Infantino mengeluarkan pernyataan usai pertandingan Liga 1 untuk menyikapi kerusuhan Arema FC vs Surabaya yang menewaskan 130 orang (data sementara). Pernyataannya itu dimuat di situs resmi badan sepak bola dunia itu pada Minggu, (2/10/2022).

Pernyataan tersebut dibuka oleh Infatino dengan menyatakan terkejut atas insiden yang terjadi.

“Dunia sepak bola sedang terkejut setelah insiden tragis di Indonesia pada akhir pertandingan antara Arema FC dan Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan” Buka Infantino dalam laman resmi FIFA.

“Ini adalah hari yang gelap dan tragedi yang tidak dapat dipahami bagi semua yang terlibat dalam sepak bola.” Kata Infantino.

Selanjutnya, Presiden FIFA, Gianni Infantino pun mengucapkan bela sungkawa kepada para keluarga korban dan karib atas peristiwa tragis ini.

“Belasungkawa terdalam saya sampaikan kepada keluarga dan teman-teman para korban yang kehilangan nyawa mereka setelah peristiwa tragis ini.”

Bersama FIFA dan komunitas sepak bola global. masyarakat, semua pikiran dan doa kami bersama para korban, mereka yang menjadi korban. Selama masa sulit ini, bersama rakyat Republik Indonesia, Konfederasi Sepak Bola Asia, Persatuan Sepak Bola Indonesia dan Liga Sepak Bola Indonesia terluka bersama.” tutup Infantino.

Dari updetan data terbaru Dinkes Kabupaten Malang mengatakan bahwa saat ini jumlah korban mencapai 131 orang.

Atas insiden ini sepakBola Indonesia berduka, kejadian ini menjadi tragedi sepakbola dengan jumlah korban terbanyak dalam 58 tahun terakhir bahkan menjadi nomor 2 urut dunia melampaui tragedi hillsborough.

Tragedi ini mengingatkan tragedi yang terjadi pada Kualifikasi Olimpiade Peru-Argentina di Stadion National Lima, sebanyak 320 orang meninggal dunia dan lebih dari 1000 orang terluka akibat terinjak-injak dan mengalami sesak nafas.