Scroll untuk lanjut baca
Liga Indonesia

Jonathan Cantillana: Satu-satunya Pemain PSS Sleman Yang Dipanggil Timnas Senior

3
×

Jonathan Cantillana: Satu-satunya Pemain PSS Sleman Yang Dipanggil Timnas Senior

Sebarkan artikel ini
Jonathan Cantillana timnas palestina
instagram/Jonathan Cantillana

Indonesia meskipun sepakbola merupakan olahraga favorit sejuta umat, namun kompetisi liga kasta teratasnya memang masih belum mampu menarik bintang-bintang internasional.

Meskipun pemain macam Roger Milla, Mario Kempes, atau Michael Essien pernah sempat mampir, nyatanya kedatangan mereka kemari pada saat performa mereka sudah tidak pada puncaknya.

Michael Essien sendiri biasa saja penampilannya ketika membela Persib Bandung. Padahal medali Liga Premier Inggris dan Liga Champions Eropa sudah dia dapatkan bersama Chelsea.

Sepakbola sendiri adalah sebuah keanehan. Beda benua, beda rasa. Beda negara, beda gaya main. Hanya sedikit pemain yang bisa beradaptasi dari liga ke liga. Bahkan Erling Haaland saja belum tentu bisa jadi top skor di Liga 1.

Meski begitu, masih ada beberapa pemain asing yang datang ke Indonesia dan masih tetap dipanggil oleh negaranya, Zah Rahan adalah pemain tim nasional Liberia.

Ezechiel N’Doausel kapten tim nasional Chad. Lalu masih ada Keith Kayamba Gumbs yang membela tim nasional Saint Kitts and Nevis. Rohit Chand juga pemain tim nasional Nepal.

Dan yang sempat bikin heboh adalah Ondrej Kudela yang masih dipanggil memperkuat tim nasional Republik Ceska saat harus berlaga di UEFA Nations League.

Namun untuk di LIga 1 musim ini, hanya ada satu pemain saja yang dipanggil memperkuat tim nasionalnya dalam jeda internasional ini: Jonathan Cantillana.

Pemanggilan Jonathan Cantillana ke tim nasionalnya sendiri cukup unik. Sebab hanya dia satu-satunya pemain yang dipanggil untuk memperkuat tim nasional senior di klub yang dibelanya saat ini, PSS Sleman.

Laskar Sembada memang tidak mengirimkan satu wakilnya untuk memperkuat tim nasional Indonesia. Agak unik mengingat tim juru kunci RANS Nusantara saja mengirimkan satu wakilnya, Edo Febriansyah.