Liga Indonesia

Bontang FC 2010-11: Dari Elit Menjadi Sulit

165
bontang fc 2011
facebook/bontang.FC

RANS Nusantara dan hasil buruk selalu berjalan bersisian. Bahkan bukan bersisian lagi tapi sudah bergandengan tangan.

Pada laga pekan ke-32 Kamis malam kemarin, RANS Nusantara takluk 1-5 atas Bhayangkara FC. Namun nampaknya tidak ada raut penyesalan dalam skuat yang saat ini baru mengumpulkan 18 poin.

Bahkan, dalam putaran kedua, RANS hanya berhasil mengumpulkan dua poin saja hasil dari dua kali imbang dan 13 kalah.

Meski begitu, seperti yang pernah dibahas sebelumnya, pencapaian RANS Nusantara di musim perdananya di kasta teratas sepakbola Indonesia tetap masih lebih baik dari Persegres Gresik United pada 2017.

Persegres mengakhiri musim 2017 sebagai juru kunci dengan total poin sepuluh. Jumlah gol yang berhasil disarangkan 26 dan kebobolan 104 gol.

RANS Nusantara masih cukup produktif dengan 38 gol dan kemungkinan masih bisa bertambah mengingat Liga musim ini masih tersisa dua laga. Namun jumlah kebobolan 76 gol milik RANS Nusantara masih bisa bertambah juga.

Dan ternyata, bukan hanya Persegres dan RANS Nusantara saja yang penampilannya membuat orang berkomentar. Pada musim-musim sebelumnya juga ada yang senasib dengan mereka.

Bahkan lebih mengenaskan.

Pada kompetisi Indonesia Super League atau ISL 2010-2011, jumlah klub yang berpartisipasi mengerucut menjadi 15 klub saja setelah PSM Makassar, Persma Malang, dan Persibo Bojonegoro lebih memilih untuk berkompetisi di Indonesia Premier League.

Dari 15 klub tersebut ada . Bontang FC ini awalnya bernama PKT Bontang yang merupakan sisa-sisa klub Galatama.

Sebagai klub yang didanai oleh salah satu penghasil pupuk urea terbesar se-Asia, tentu saja PKT Bontang tidak pernah kesulitan untuk bisa mendapatkan pemain bintang. Bahkan akademi mereka mampu melahirkan legenda seperti Bima Sakti dan Ponaryo Astaman.

Bahkan PKT Bontang menjadi satu-satunya klub dari Kalimantan yang mampu menjadi juara kompetisi teratas pada 1999-2000 dan pernah mencapai babak semifinal Piala Winners Asia tahun 1991-1992.

Namun petaka terjadi saat kepengurusan klub diambil alih oleh Pemerintah Kota Bontang pada 2009 dan berubah nama menjadi Bontang FC.

Exit mobile version